Jingga

Ia mengucapkannya sekali lagi, dan terbayang di telinganya kalimat-kalimat Ibu Minah siang tadi :

“Nak, bisa tidak meminta bantuan kepada orangtuamu? Sedikit saja donasi…”

Huh. Bukannya tidak mau, tetapi ayahnya hampir tidak mungkin memberikan uang yang tidak ada hubungannya dengan studi. Mungkin Ia bisa bicara pada ibunya, tetapi ibunya juga hampir tidak mungkin merahasiakan permintaannya dari ayahnya.

Dengan segenap rasa takut sekaligus penasaran di hati, dan ditemani jantung yang berdegup kencang, Langge berusaha meyakinkan dirinya untuk meyakinkan Mama. Karena jujur saja, Langge hanya memiliki uang yang ‘pas’ untuk jatah makannya setiap hari, maksimal dua kali sehari, di warung tegal pula. Hal itu disebabkan oleh uang jajan yang diberikan padanya sangatlah pas dan ketat, tidak ada uang tambahan untuk membeli hal-hal lain kecuali untuk keperluan kuliah. Sementara uang hasil kerjanya beberapa bulan terakhir sudah terlanjur ditabung di celengan ayamnya yang tersayang, dan Ia sudah bersumpah tidak akan memecahkan celengan tersebut jika belum penuh.

Untuk download novelnya silahkan klik tombol di bawah ini !

Baca Juga  Sayap Bidadari

Mungkin Anda Menyukai

error: Content is protected !!